Sejarah UMB

Sebelum memiliki kampus sendiri, penyelenggaraan perkuliahan dilaksanakan di Gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI) Jl. Gatot Soebroto. Tahun 1984, Yayasan Menara Bhakti berhasil membangun kampus yang diberi nama Kampus Menara Bhakti yang berlokasi di Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.

Pada tahun 1985, berbekal kemampuan dan pengalaman dalam menyelenggarakan pendidikan Akademi Wiraswasta Dewantara, timbul gagasan mendirikan lembaga pendidikan tingkat universitas. Dengan Surat Keputusan Ketua Yayasan Menara Bhakti Nomor 04/SKEP/KET/ VI/1985 tanggal 12 Juni 1985, dibentuk Panitia Pendirian Universitas, dengan Ketua Dr. Sri-Edi Swasono dan dibantu oleh H. Abdul Madjid (almarhum), Drs. Iman Santosa Sukardi (almarhum), Drs. M. Enoch Markum, Ir. Suharyadi, M.S., Soekarno dan Prijo S. Parwoto (almarhum).

Setelah melalui persiapan pendirian dan studi kelayakan, dengan surat Nomor : 010/KET/YMB/VI/85 tanggal 12 Juni 1985, yayasan mengajukan permohonan izin mendirikan Universitas Mercu Buana (UMB) kepada Kopertis Wilayah III. Berdasarkan surat Nomor : 15/KOP.III/S.VI/85 yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Boesjra Zahir (almarhum), pada tanggal 18 Juni 1985, Kopertis Wilayah III menyetujui dan memberikan izin “Operasional” penyelenggaraan Universitas Mercu Buana.

Pada tanggal 22 Oktober 1985 Universitas Mercu Buana secara resmi dinyatakan berdiri, dengan fakultas dan Jurusan sebagai berikut :

  1. Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Arsitektur dan Jurusan Teknik Sipil.
  2. Fakultas Pertanian, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) dan Jurusan Budidaya Pertanian (Agronomi).
  3. Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen dan Jurusan Akuntansi.

Satu tahun kemudian, berdasarkan hasil evaluasi Kopertis Wilayah III, 6 (enam) jurusan yang tersebut memperoleh Status “Terdaftar” dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Surat Keputusan Nomor : 0507/1986.

Dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan pendidikan di masyarakat, dengan izin “Operasional” dari Kopertis Wilayah III Nomor:12/Kop.III/S.VI/86 tanggal 5 Juni 1986, pada tahun akademik 1986/1987 Fakultas Teknik membuka Jurusan Teknik Mesin dan Fakultas Pertanian membuka Jurusan Mekanisasi Pertanian. Selanjutnya pada tahun akademik 1987/1988, Fakultas
Teknik membuka Jurusan Teknik Elektro. Memasuki tahun akademik 1988/1989 terjadi perkembangan baru di Universitas Mercu Buana. Berdasarkan usulan Ketua Yayasan Menara Bhakti dengan persetujuan Kopertis Wilayah III, Akademi Wiraswasta Dewantara dinyatakan bergabung ke dalam Universitas Mercu Buana. Pendidikan akademi tersebut menjadi Program D3 Manajemen Perusahaan di bawah Fakultas Ekonomi dengan Status “Terdaftar”.

Tahun 1989, Jurusan Teknik Mesin memperoleh Status “Terdaftar”, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0382/06/1989 tanggal 21 Juni 1989, demikian juga untuk Jurusan Mekanisasi Pertanian, tanggal 6 Agustus 1990 memperoleh Status “Terdaftar”, dengan Surat Keputusan Mendikbud No. 0495/08/1990.

Upaya-upaya penting dan strategis guna meningkatkan kualitas akademik terus dilakukan. Secara bertahap, sejalan dengan upaya itu Universitas Mercu Buana melengkapi berbagai sarana dan fasilitas pendidikannya. Berkat kerja keras dan dedikasi yang sungguh-sungguh tersebut, menjelang Dies Natalis VI, pada tanggal 30 Mei 1991, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0286/05/1991, Universitas Mercu Buana memperoleh Status “Diakui”, untuk :

  1. Fakultas Teknik; Jurusan Teknik Arsitektur, Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Mesin.
  2. Fakultas Pertanian; Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis), Jurusan Budidaya Pertanian (Agronomi) dan Jurusan Mekanisasi Pertanian.
  3. Fakultas Ekonomi; Jurusan Manajemen, Jurusan Akuntansi dan Program D3 Manajemen Perusahaan.

Sementara itu, Jurusan Teknik Elektro juga sudah memperoleh Status “Terdaftar” berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud No. 0132/03/1991 tanggal 21 Maret 1991.

Keberhasilan yang dicapai dalam pengembangan penyelenggaraan pendidikan semakin mendorong semangat segenap sivitas akademika untuk terus mengupayakan penyempurnaan pada setiap bidang kegiatan dengan melakukan koreksi, introspeksi dan mencari umpan balik guna lebih mengokohkan sistem penyelenggaraan pendidikan. Akhirnya, berkat kesungguhan tersebut serta bimbingan Kopertis Wilayah III, maka pada 28 April 1992 dengan Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor : 163/DIKTI/Kep/1992 seluruh jurusan di lingkungan Universitas Mercu Buana memperoleh Status “Disamakan”.

Dalam mengantisipasi Surat Keputusan Mendikbud No. 0686/U/1991 yang mensyaratkan di setiap universitas minimal terdiri dari 3 Fakultas Eksakta dan 2 Fakultas Sosial, maka melalui berbagai persiapan yang didahului dengan studi kelayakan, Universitas Mercu Buana mengembangkan fakultas dan jurusan baru. Maka pada tahun akademik 1994/1995 Universitas Mercu Buana telah mempunyai 5 (lima) fakultas dengan 13 (tiga belas) jurusan. Tahun akademik 2000/2001 telah dibuka Jurusan Teknik Industri di bawah Fakultas Teknologi Industri berdasarkan keputusan Dirjen Dikti Depdiknas RI No.290/DIKTI /Kep/2000 dengan Status Terdaftar

Universitas Mercu Buana sejak tahun akademik 1997/1998, berdasarkan Surat Keputusan BAN (Badan Akreditasi Nasional) No. 001/BAN-PT/AK-1/VIII/1998 tanggal 11 Agustus 1998, serta No. 008/BAN-PT/AK-IV/VI/2000 khusus untuk Fakultas Ilmu Komunikasi dan Teknik Informatika, memperoleh status tambahan yaitu Diakreditasi dan beberapa program studi telah mengalami perubahan status setelah di evaluasi pada tahun 2003 dan memperoleh Akreditasi B

Dengan upaya kerja keras, revisi, perbaikan kurikulum, dan mutu, civitas akademika, maka Universitas Mercu Buana pada tahun Akademik 2005/2006, untuk seluruh program studinya mendapatkan penilaian baru dari Badan Akreditasi Nasional.

Sejalan dengan perkembangan program studi di atas, Universitas Mercu Buana mempunyai 14.114 orang mahasiswa aktif program S2, S1, dan D3 pada semester ganjil tahun akademik 2004/2005. Sedangkan lulusan seluruh program yang telah diwisuda sampai dengan semester ganjil tahun akademik 2004/2005 sebanyak 9.125 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 941 orang Sarjana Teknik Sipil dan Perencanaan, 1.372 orang Sarjana Teknologi Industri, 608 orang Sarjana Pertanian, 5.928 orang Sarjana Ekonomi, 250 orang Sarjana Ilmu Komunikasi, serta 126 orang Sarjana Magister Manajemen.
Jumlah Dosen Tetap saat ini sebanyak 149 orang, termasuk 4 orang Guru Besar, yang terdiri dari 18 orang berjenjang Strata-3 (S3), 104 orang berjenjang Strata-2 (S2) dan 28 orang berjenjang Strata-1 (S1). Sejak tahun 1995 dosen-dosen tetap diprogramkan untuk studi lanjut S2 dan S3, baik di dalam maupun di luar negeri seperti universitas di Amerika, Eropa, Australia, Jepang, maupun negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura.

Untuk memenuhi tuntutan dan perkembangan di masyarakat, maka sejak tahun akademik 2002/2003 Universitas Mercu Buana selalu berupaya dan bekerja keras untuk menyesuaikan perkembangan di dunia pendidikan dengan menambah 2 (dua) Program Studi Diploma III baru (Diploma III Desain Interior dan Akuntansi). Diikuti setahun kemudian dengan penambahan Program Studi S-1 (Visual Communication).

Dalam upaya meningkatkan program studi di atas, pada awal tahun akademik 1999/2000 direncanakan pengembangan Program Pascasarjana di lingkungan Universitas Mercu Buana. Melalui Surat Keputusan Rektor Nomor : 01/083/A-SKep/V/2000, tanggal 9 Mei 2000 ditetapkan Pembentukan Program Pascasarjana Program Magister Manajemen. Dilandasi Surat Keputusan DIKTI Depdiknas Nomor : 30/DIKTI/KEP/2000, Program Magister Manajemen (MM) diselenggarakan dengan Konsentrasi : Manajemen Sumber-Daya Manusia, Manajemen Keuangan, dan Manajemen Pemasaran.

Pada awalnya tahun akademik 2000/2001, mahasiswa program ini berasal dari PT. Angkasa Pura I, PT. Karakatau Steel, Kantor Kementrian Koperasi dan UKM, dan Departemen Agama, melalui program kerjasama. Selain itu juga berasal dari dosen-dosen Universitas Mercu Buana dan masyarakat luas. Pada tahun pertama (tahun akademik 2000/2001) jumlah mahasiswa sebanyak 37 orang, tahun kedua 59 orang, dan tahun ketiga 81 orang. Sedangkan tahun keempat menurun menjadi 66 orang, dan tahun kelima hanya 38 orang. Namun demikian pada kelas khusus akhir minggu yang dibuka tahun kedua (tahun akademik 2001/2002) menunjukan kecenderungan yang terus meningkat. Angkatan I sejumlah 21 orang mahasiswa, angkatan II 79 orang, angkatan-III 87 orang, dan angkatan IV menjadi 164 orang.

Saat ini status Akreditasi В Untuk Program Magister Manajemen dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) tersebut telah diterbitkan Tanggal 8 Desember 2005, SK.Nomor: 011/BAN-PT/Ak-IV/S2/XII/2005 dengan peringkat B.

Program Magister Manajemen sampai dengan tahun akademik 2004/2005 Program Magister Manajemen ini telah memiliki mahasiswa sebanyak 791 orang, serta telah meluluskan sebanyak 58 orang (tahun 2003/2004, 63 orang (tahun 2004/2005) dan 165 orang (tahun 2005/2006)

Pada tahun 2006 Program Magister Manajemen menjadi salah satu program Studi di Fakultas Pascasarjana Universitas Mercu Buana dan pada tahun yang sama tepatnya Semester Ganjil 2006/2007 Perkuliahan 9 September 2006 bertambah lagi Program Studi baru yaitu Magister Ilmu Komunikasi yang jumlah mahasiswanya mencapai 32 orang, sebuah langkah yang baik untuk pembukaan program studi baru.

BERTANYA DI FACEBOOK